Di tengah pasar properti yang semakin rasional, satu hal menjadi perhatian utama pembeli: legalitas. Jika dulu banyak orang membeli properti dengan fokus pada harga dan lokasi, kini dokumen dan status hukum justru berada di urutan teratas.
Properti tidak lagi dinilai hanya dari bangunannya, tetapi dari kepastian hukum yang melekat padanya.
Kesadaran Pembeli Semakin Tinggi
Banyak kasus sengketa, rumah tak bisa dijual kembali, hingga kredit yang ditolak bank membuat pembeli belajar dari pengalaman orang lain. Informasi semakin mudah diakses, dan pembeli tidak lagi pasif menerima penjelasan penjual.
Hari ini, pertanyaan seperti:
- Sertifikat apa yang digunakan?
- Atas nama siapa?
- Apakah sesuai peruntukan?
- Apakah bisa diagunkan ke bank?
menjadi hal yang wajar dan wajib dijawab sejak awal.
Legalitas Menentukan Nilai dan Likuiditas
Properti dengan legalitas lengkap tidak hanya lebih aman, tetapi juga lebih mudah dijual dan disewakan. Bank lebih percaya, investor lebih tenang, dan pasar lebih terbuka.
Sebaliknya, properti dengan dokumen tidak jelas sering terlihat murah, namun sulit berpindah tangan. Nilainya stagnan, bahkan bisa turun karena risiko yang melekat.
Masalah Legalitas Tidak Selalu Terlihat
Salah satu bahaya terbesar adalah masalah hukum yang tidak tampak secara fisik. Bangunan bisa terlihat bagus, lokasi bisa strategis, tetapi sertifikat bermasalah atau izin tidak sesuai.
Masalah seperti:
- Sertifikat ganda
- Status tanah sengketa
- Bangunan tidak sesuai IMB
- Peruntukan lahan tidak tepat
sering baru terasa saat properti ingin dijual kembali atau dijaminkan.
Peran Notaris dan PPAT Semakin Penting
Dalam kondisi ini, peran notaris dan PPAT menjadi sangat krusial. Pembeli yang cerdas tidak ragu mengeluarkan biaya untuk pengecekan legalitas sejak awal, karena risiko yang dihindari jauh lebih besar dari biaya pemeriksaan.
Legal check bukan lagi formalitas, tapi bagian dari strategi pembelian.
Developer dan Penjual Dituntut Lebih Transparan
Pasar yang semakin kritis memaksa penjual dan developer bersikap lebih terbuka. Properti dengan dokumen rapi lebih cepat laku, sementara yang bermasalah semakin sulit dipasarkan.
Transparansi kini menjadi nilai jual, bukan kelemahan.
Penutup
Perubahan sikap pembeli terhadap legalitas menandai kedewasaan pasar properti. Orang tidak lagi membeli hanya karena emosi atau harga murah, tetapi karena kepastian jangka panjang.
Di dunia properti, bangunan bisa direnovasi, lokasi bisa berkembang, tetapi masalah hukum bisa menghancurkan segalanya.

