Pertanyaan ini hampir selalu muncul setiap kali seseorang ingin masuk ke dunia properti. Banyak orang menunda membeli dengan harapan harga akan turun, sementara yang lain takut ketinggalan momentum.
Masalahnya, menunggu tanpa strategi sering kali lebih mahal daripada membeli dengan perhitungan.
Harga Properti Jarang Turun, yang Berubah Biasanya Polanya
Dalam jangka panjang, harga properti cenderung naik. Yang berubah bukan arahnya, tetapi kecepatannya. Ada masa stagnan, ada masa melonjak, dan ada masa koreksi kecil.
Namun koreksi harga jarang kembali ke titik awal. Orang yang menunggu “turun drastis” sering kali justru berhadapan dengan:
- Harga yang tetap naik perlahan
- Biaya hidup yang ikut naik
- Daya beli yang makin tergerus
Menunda tanpa alasan yang jelas bisa berarti kehilangan waktu.
Waktu Terbaik Itu Sangat Personal
Tidak ada satu waktu terbaik yang berlaku untuk semua orang. Waktu terbaik membeli properti sangat bergantung pada:
- Stabilitas penghasilan
- Kesiapan dana awal
- Tujuan membeli (tinggal atau investasi)
- Kondisi hidup saat ini
Properti yang dibeli di waktu “pas secara pribadi” sering kali lebih sehat daripada properti yang dibeli saat pasar ramai tapi kondisi finansial belum siap.
Menunggu Bisa Jadi Strategi, Tapi Harus Aktif
Menunggu bukan selalu salah—asal dilakukan dengan sadar. Menunggu yang sehat berarti:
- Mempelajari pasar
- Mengamati lokasi tertentu
- Menyiapkan dana dan dokumen
- Memahami risiko dan peluang
Menunggu sambil berharap harga jatuh tanpa persiapan hanya akan membuat keputusan semakin berat saat waktunya tiba.
Beli Saat Tenang, Bukan Saat Ramai
Pasar yang terlalu ramai sering mendorong keputusan emosional. FOMO membuat orang membeli tanpa analisis mendalam.
Sebaliknya, saat pasar lebih tenang:
- Negosiasi lebih terbuka
- Pilihan lebih rasional
- Tekanan psikologis lebih rendah
Banyak pembelian terbaik justru terjadi saat pasar tidak terlalu bising.
Properti Bukan Transaksi Cepat
Berbeda dengan aset lain, properti adalah keputusan jangka panjang. Kesalahan bukan pada “terlalu cepat membeli”, tapi pada tidak paham apa yang dibeli.
Orang yang membeli dengan perhitungan matang cenderung lebih tahan menghadapi fluktuasi pasar.
Penutup
Waktu terbaik membeli properti bukan ditentukan oleh headline atau rumor pasar, tetapi oleh kesiapan dan strategi pribadi.
Menunggu boleh. Membeli sekarang juga boleh.
Yang berbahaya adalah tidak melakukan apa-apa selain berharap.

