preloader

Properti Tidak Lagi Dibeli untuk Gengsi

Ada pergeseran besar dalam cara orang memandang properti. Jika dulu rumah atau ruko sering dijadikan simbol status—semakin besar, semakin mahal, semakin prestisius—hari ini cara berpikir itu mulai ditinggalkan.

Pembeli modern tidak lagi bertanya, “Ini kelihatan mewah atau tidak?”
Mereka lebih sering bertanya, “Masuk akal atau tidak untuk hidup saya?”


Gengsi Mulai Kalah oleh Fungsi

Hunian megah di lokasi jauh, cicilan besar, dan biaya perawatan tinggi kini tidak lagi otomatis dianggap “sukses”. Banyak orang justru memilih rumah yang lebih sederhana, tapi:

  • Lebih dekat ke aktivitas harian
  • Biaya bulanan lebih ringan
  • Mudah dirawat
  • Fleksibel untuk jangka panjang

Properti tidak lagi soal pamer, tapi soal kenyamanan hidup.


Pembeli Lebih Jujur pada Kebutuhan Nyata

Generasi pembeli sekarang—terutama pasangan muda dan profesional—lebih realistis. Mereka menghitung:

  • Waktu tempuh harian
  • Biaya hidup setelah cicilan
  • Potensi pengembangan karier
  • Kemungkinan pindah atau upgrade di masa depan

Daripada memaksakan rumah “impian versi sosial media”, mereka memilih properti yang tidak membebani mental dan finansial.


Rumah Bukan Pajangan, Tapi Ruang Hidup

Hunian kini dinilai dari bagaimana ia dipakai sehari-hari:

  • Apakah layout-nya efisien?
  • Apakah nyaman untuk bekerja dari rumah?
  • Apakah lingkungannya mendukung gaya hidup?

Rumah yang terlalu besar tapi jarang terpakai justru dianggap tidak efektif. Ruang yang pas, fungsional, dan fleksibel lebih dihargai dibanding kemewahan semu.


Gengsi Bergeser ke Kualitas Hidup

Menariknya, “gengsi” tidak benar-benar hilang—ia hanya berubah bentuk.
Hari ini, gengsi justru muncul dari:

  • Waktu hidup yang lebih seimbang
  • Bebas stres finansial
  • Lingkungan yang sehat dan aman
  • Mobilitas yang efisien

Memiliki hidup yang tertata jauh lebih bernilai daripada sekadar alamat mahal.


Dampak ke Pasar Properti

Perubahan mindset ini membuat:

  • Rumah kompak di lokasi strategis makin dicari
  • Properti fungsional lebih cepat terserap pasar
  • Penjual harus menyesuaikan cara promosi
  • Developer fokus ke value, bukan sekadar tampilan

Properti yang “terlihat biasa” tapi relevan dengan kebutuhan hidup justru punya daya tarik lebih kuat.


Penutup

Properti tidak lagi dibeli untuk membuktikan sesuatu ke orang lain.
Ia dibeli untuk mendukung kehidupan pemiliknya.

Karena pada akhirnya, rumah terbaik bukan yang paling dipuji orang, tapi yang paling membuat penghuninya tenang.

COMPARE LIST ()
User Login

Lost your password?
Cart 0